Seskab Teddy Bantah Produk AS Bisa Masuk Ke Indonesia Tanpa Setifikat Halal

By On Februari 23, 2026

sekilasdunia.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa informasi yang menyebut produk Amerika Serikat (AS) dapat masuk ke Indonesia tanpa sertifikasi halal adalah tidak benar. 

“Ada yang bilang kalau produk AS masuk ke Indonesia tanpa sertifikasi halal? Jadi singkatnya begini: Itu tidak benar,” ujar Teddy dalam keterangan Setpres, Minggu (22/2/2026) malam. Teddy menyampaikan, pemerintah memastikan seluruh produk yang wajib bersertifikasi halal tetap harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. 

“Produk yang wajib bersertifikasi pasti harus ada label halalnya, baik dari badan halal di AS maupun badan halal di Indonesia,” tuturnya.

Kemudian, Teddy menjelaskan bahwa terdapat lembaga sertifikasi halal yang diakui di AS, seperti Halal Transactions of Omaha (HTO) dan Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA).

Sementara di Indonesia, sertifikasi halal dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Selain itu, produk kosmetik dan alat kesehatan tetap wajib memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum dapat dipasarkan di Indonesia. 

Teddy juga menegaskan bahwa badan halal Indonesia dan Amerika Serikat telah memiliki Mutual Recognition Agreement (MRA), yaitu perjanjian internasional penyetaraan sertifikasi halal dalam kerja sama global. Dengan adanya MRA tersebut, pengakuan sertifikasi dilakukan secara terstandar dan tetap berada dalam kerangka regulasi nasional.

Pemerintah memastikan bahwa kebijakan perdagangan Indonesia-AS tidak menghapus kewajiban pemenuhan standar nasional, termasuk ketentuan halal dan perlindungan konsumen. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta memastikan setiap informasi diperoleh dari sumber resmi.

 MBG Mulai Didistribusikan Lagi Saat Ramadan: Bentuknya Paket Makanan Kemasan

By On Februari 23, 2026

sekilasdunia.com - Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dibagikan selama Ramadan. Bentuk MBG akan disesuaikan dengan kondisi penerima yang tengah menjalani puasa Ramadan.

Distribusi MBG juga mengalami penyesuaian. Jadwal distribusi tertuang dalam Surat Edaran Kepala BGN No. 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M, dan libur Tahun Baru Imlek.

Dikutip dari situs resmi BGN, surat edaran ini diteken Kepala BGN Dadan Hindayana pada 12 Februari 2026. Pengaturan waktu distribusi juga tertera jelas di situ.

Ketentuan pendistribusian pada periode cuti bersama dan libur Tahun Baru Imlek (tanggal 16 dan 17 Februari 2026) tidak dilakukan pendistribusian MBG.

Lalu, pada awal Ramadan yaitu hari Rabu, tanggal 18 Februari 2026 sampai dengan hari Minggu, tanggal 22 Februari 2026 tidak dilakukan pendistribusian MBG. 

"Pendistribusian MBG pada bulan Ramadan secara serempak dimulai pada hari Senin, 23 Februari 2026," tulis SE Dadan.

Pelayanan Program MBG bagi sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (usia 6-59 bulan) tetap dilaksanakan secara penuh (berlanjut) selama periode Ramadan dan libur serta cuti bersama Idul Fitri 1447H/ 2026 dan Tahun Baru Imlek dengan tetap memberikan menu MBG siap santap setiap hari Senin dan Kamis melalui posyandu dan/atau titik kumpul yang disepakati.

Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan Ibadah Puasa, pemberian MBG dilaksanakan sesuai dengan jadwal distribusi normal sebagaimana hari biasa dengan menu MBG siap santap, terkecuali penerima manfaat yang menjalankan Ibadah Puasa tetap diberikan MBG berupa paket makanan kemasan sehat.

"Paket Makanan Kemasan Sehat MBG adalah makanan siap makan program MBG yang diproduksi/diolah dan dilakukan pengemasan di SPPG (wajib menggunakan tote bag dan dikemas oleh SPPG) dengan tetap menerapkan SOP keamanan pangan (pengecekan Masa Kadaluwarsa dan perizinan produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga/PIRT) dan kaidah pemenuhan gizi seimbang; bukan “makanan kemasan” dalam arti produk pabrikan ultra processed food (UPF) yang dijadikan menu utama SPPG menyepakati dengan pihak PIC Sekolah untuk mekanisme pendistribusian MBG pada hari libur sekolah."

BGN juga memberi rekomendasi menu untuk makanan kemasan yang bisa didistribukan. Misalnya, telur asin, abon, dendeng kering, buah, dan/atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional) dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat.

"Dalam penetapan menu MBG selama Bulan Ramadan, tidak dianjurkan menggunakan menu yang cepat basi, bercita rasa pedas, dan berpotensi menimbulkan keracunan pangan."

MBG ini akan diberikan penuh selama bulan Ramadan. Tapi, ada ketentuan khusus dalam pendistribusian MBG saat libur Lebaran.

"Pada hari libur Idul Fitri dan cuti bersama tanggal 18 Maret 2026 sampai dengan 24 Maret 2026, tidak dilakukan pendistribusian MBG untuk seluruh sasaran penerima manfaat (Peserta Didik maupun Non Peserta Didik)."

"Namun pendistribusiannya dilakukan pada hari terakhir pendistribusian sebelumnya yaitu pada hari Selasa, 17 Maret 2026 berupa satu paket kemasan makanan sehat ditambah dengan tiga paket Bundling kemasan sehat untuk MBG alokasi hari Rabu, 18 Maret 2026 sampai Jumat, 20 Maret 2026."

Paket Bundling adalah penggabungan paket makanan kemasan sehat MBG untuk konsumsi beberapa hari yang diserahkan sekaligus, dengan ketentuan paling banyak untuk 3 (tiga) hari.

Pola distribusi MBG saat libur sekolah juga tersedia dalam beberapa pilihan. SPPG, sekolah, dan penerima manfaat bisa memilih menggunakan pola distribusi yang mana.

1. Sistem Pengantaran ke Sekolah (untuk Paket Bundling 3

Hari, Paket Makanan Kemasan Sehat MBG

2. Pengambilan/Pembagian di SPPG (Take Away Terjadwal): Setiap Senin pukul 08.00 - 09.00 WIB dan 11.00 - 12.00 WIB. Dan Kamis 08.00 - 09.00 WIB dan 11.00 - 12.00 WIB.

3. Sistem Delivery ke Penerima Manfaat melalui Hub/Titik

Serah Terima

 Heboh Alumni LPDP Katakan Cukup Aku Saja WNI Anakku Jangan, Dana Abadi Capai Rp.154 T

By On Februari 23, 2026

sekilasdunia.com - Viral belakangan seorang alumnus program beasiswa luar negeri Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membanggakan anaknya yang mendapat paspor Inggris dan meremehkan status sebagai WNI. Ironisnya, tak sedikit duit negara, yang artinya merupakan uang rakyat Indonesia, dipakai untuk membiayai program beasiswa yang memungkinkannya ke luar negeri.

Salah satu sumber dana utama untuk badan noneselon di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu adalah Dana Abadi Pendidikan (DAP). Uang di DAP didapat dari hasil investasi dari dana abadi yang dikelola oleh LPDP, yang berasal dari alokasi APBN dan penerimaan pajak selama bertahun-tahun.

Pada akhir 2025 lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto menyampaikan sejak 2010 hingga 30 September 2025, angka saldo dana abadi mencapai Rp 154,11 triliun.

Jumlah itu meliputi Dana Abadi Pendidikan (DAP) sebesar Rp 126,12 triliun, Dana Abadi Penelitian (DAPL) sebesar Rp 12,99 triliun, dan Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) yakni Rp 10 triliun, serta Dana Abadi Kebudayaan (DAKB) sebesar Rp 5 triliun. 

Angka saldo dana abadi LPDP hingga periode tersebut sama dengan jumlah pada sepanjang 2025, yakni Rp 154,11 triliun, dengan perincian yang sama persis pula. Tren saldo dana abadi LPDP cenderung mengalami tren peningkatan. Pada 2023, angkanya Rp 139,11 triliun, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp 119,11 triliun, 2021 (Rp 99,11 triliun), 2020 (Rp 70,11 triliun). 

Karena maraknya peminat beasiswa ini, dalam dua tahun terakhir, LPDP mencatatkan defisit. Yakni pada 2024, jumlah pendapatan LPDP ialah Rp 10,95 triliun dan belanja sebesar Rp 11,86 triliun. Adapun pada 2023, angka pendapatan dan belanja LPDP masing-masing Rp 9,33 triliun dan Rp 9,85 triliun. 

Tahun-tahun sebelumnya, realisasi pendapatan dan belanja LPDP tercatat surplus. Tahun 2022, pendapatannya tercatat Rp 6,39 triliun dan belanja Rp 4,93 triliun. Di 2021, pendapatan Rp 4,51 triliun dan belanja Rp 3,08 triliun, dan di 2020 pendapatannya Rp 3,92 triliun dan belanja Rp 2,02 triliun. 

Di 2020, 2021, 2022, biasanya pendapatannya lebih tinggi, mulai 2023 2024 belanja lebih tinggi. Dan tahun ini kita kemungkinan akan belanja lebih tinggi, sehingga saya mungkin bisa sampaikan tahun ini khusus dana abadi pendidikan atau DAP kemungkinan kita akan mengalami defisit tetapi masih bisa ditutup dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Sudarto dalam acara Media Gathering bertajuk ‘Kupas Tuntas APBN 2026’ di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/10/2025). 

Sudarto menjelaskan, alasan kondisi defisit terjadi pada dua tahun belakangan. Yakni karena jumlah penerima LPDP lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

“Tahun 2023 2024 kita mengejar ketertinggalan angka partisipasi pendidikan tinggi, maka waktu itu pemerintah menerima jumlah awardee yang besar dari sebelumnya. Pada 2023 ada 9.000-an, terus 2024 ada 8.000-an, sehingga tahun ini karena yang masih on going banyak, kita menerima yang baru itu jumlahnya lebih sedikit (4.000). Mungkin tahun ini dan tahun depan, mudah-mudahan 2027 kita kembali normal lagi,” jelasnya. 

Diketahui, pemerintah menetapkan jumlah penerima LPDP pada 2025 dan 2026 masing-masing ialah sebanyak 4.000 orang. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan pada 2024 sebanyak 8.592 orang dan 2023 sebanyak 9.358 orang. 

Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto melaporkan tahun lalu, untuk komposisi portofolio investasi hingga 30 Juni 2025, sebesar Rp 112 triliun atau 70,01 persen dalam obligasi negara, deposito Rp 37,07 triliun atau 23,2 persen, obligasi korporasi Rp 7,74 triliun atau 4,84 persen, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) Rp 2,97 triliun atau 1,86 persen.

Sepanjang 2013-2025, DAP sudah memberikan beasiswa kepada 55.492 orang dengan rincian tingkat magister (S2) 40.284 orang, S3 sebanyak 11.829 pelajar, dan dokter spesialis 3.379 orang.

Adapun penerima beasiswa on-going hingga 30 Juni 2025 sebanyak 34.373 dengan rincian 18.630 orang dari LPDB, 8.674 orang dari Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) dan Kemdiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi), serta 7.069 orang dari Kemenag.

Dalam kategori penerima beasiswa kolaborasi Kemendikdasmen dan Kemdiktisaintek tahun 2021-2025, ada 24.967 orang untuk tingkat S1 hingga S3, dan 548.911 orang program nongelar.

Presiden Prabowo Subianto juga sempat meminta agar sebagian uang pengganti kerugian negara dari tindak pidana korupsi sebesar Rp 13 triliun yang baru saja diserahkan oleh Kejaksaan Agung, dapat dialokasikan ke beasiswa LPDP.

"Uang-uang dari sisa efisiensi penghematan, uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP, mungkin yang Rp13 triliun disumbangkan atau diambil oleh Jaksa Agung hari ini diserahkan ke Menteri Keuangan, mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan ya," kata Presiden Prabowo dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kala itu menyatakan siap menambah dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP sebesar Rp13 triliun sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Hanya saja, kata Purbaya, tambahan anggaran itu tak bisa disuntikkan pada tahun 2025 ini. “Kalau tahun depan bisa, kalau sekarang nggak bisa,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin malam.

Sebelumnya, LPDP akhirnya angkat suara soal polemik alumninya yang viral karena ‘berhasil’ mendapatkan paspor asing untuk anaknya. Selain menilai ucapan itu tak pantas, LPDP juga akan memanggil suaminya yang diduga tak memenuhi kewajiban sebagai penerima program.

Viral di media sosial, seorang perempuan pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas membuat konten video tengah membuka paket berisi surat dari Home Office Inggris. Surat itu berisi paspor Inggris untuk anak pemilik akun tersebut yang baru jadi.

"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku, kita buka ya," kata dia di awal video.

Perkataan selanjutnya yang kemudian membakar warganet di Tanah Air. "I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.

Saat polemik kian panas, LPDP mengeluarkan pernyataan di akun resmi mereka. “LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa,” begitu bunyi pernyataan LPDP yang dilansir pada Jumat.

LPDP menerangkan bahwa seluruh penerima program dan alumni LPDP memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa pengabdian berkontribusi di Indonesia selama dua kali masa studi plus satu tahun. “Dalam kasus Saudari DS yang menempuh studi selama dua tahun, kewajiban kontribusi tersebut adalah lima tahun. Saudari DS telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan,” tulis pengelola akun LPDP.

Degan itu, LPDP mengatakan tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan. “Meskipun demikian, LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan Saudari DS untuk mengimbau agar yang bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahamkan kembali penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi pada negeri,” tulis LPDP.

Selain itu, LPDP juga menyatakan bahwa suami dari pemilik akun yang viral itu diduga merupakan alumni LPDP. “Terkait suami Saudari DS, Saudara AP, yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumnus LPDP, yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi,” tulis LPDP.

Lembaga itu menyatakan bakal melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP akan melakukan pemanggilan kepada sang suami untuk meminta klarifikasi. “Serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi,” bunyi pernyataan itu.

Sejauh ini, pemilik akun @sasetyaningtyas telah meminta maaf setelah menjadi sorotan warganet. "Kalimat itu lahir dari rasa kecewa, lelah, dan frustasi pribadi terkait berbagai kondisi yang dialami sebagai warga negara.”

 Indonesia Diminta Impor 1.000 Metrik Ton Etanol AS

By On Februari 23, 2026

sekilasdunia.com - Indonesia diminta melakukan impor bahan bakar etanol dari Amerika Serikat, ini merupakan salah satu hasil dari Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang disepakati baru-baru ini.

Pada naskah ART Full Agreement, tepatnya pada Annex III: Specific Commitments di Article 2.23 tentang bioetanol, terdapat tiga poin utama yang menyatakan bahwa Indonesia wajib menerima impor bahan bakar etanol dari Amerika Serikat.

"Indonesia tidak akan menerapkan atau mempertahankan tindakan apa pun yang mencegah impor bioetanol AS," urai penggalan pertama pernyataan yang telah disetujui oleh dua negara dikutip Sabtu, (21/2/2026).

Lebih lanjut, bahan baku etanol tersebut akan memenuhi kebutuhan pasokan bahan bakar transportasi dengan cara dicampur dengan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 5 persen (E5) pada 2028 dan hingga 10 persen atau E10 pada 2030 mendatang.

"Indonesia akan berupaya menerapkan kebijakannya dalam penggunaan campuran bioetanol dalam bahan bakar transportasi hingga 20 persen bioetanol (E20), dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan dan kesiapan infrastruktur pendukung," bunyi poin terakhir pada artikel tersebut.

Bahkan ketentuan jumlah impor bahan bakar etanol dari Negeri Paman Sam itu telah ditentukan setiap tahunnya. Ini tertuang pada Annex IV: Purchase Commitmen tentang pembelian produk agrikultur Amerika Serikat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia belum lama ini menyampaikan mandatori campuran etanol dengan bensin atau bioetanol bisa mencapai 20 persen (E20) pada tahun 2028.

Target tersebut lebih ambisius dari yang dicanangkan sebelumnya dengan kandungan etanol 10 persen atau E10. Bahlil bilang, hal tersebut bertujuan menekan impor BBM jenis bensin (gasoline) yang masih sangat besar porsinya dari pada produksi dalam negeri.

"Sampai ayam tumbuh gigi, kalau enggak kita kreatif untuk membuat ini, enggak akan bisa kita dalam negeri semua. Maka kita akan lakukan adalah di samping kita naikkan lifting, kita akan dorong namanya etanol E20 2028, dengan demikian akan mengurangi impor kita," ungkap Bahlil saat Indonesia Economic Outlook 2026, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Bahlil menyebut, kebutuhan solar nasional mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sementara produksi domestik baru sekitar 16 juta kiloliter. Sedangkan bensin kebutuhan nasional sekitar 40 juta kiloliter per tahun, sedangkan produksinya hanya 14 juta kiloliter.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan pemerintah Indonesia saat ini tengah mendorong produksi etanol berbasis biomassa sebagai campuran bahan bakar bensin melalui penerapan bertahap skema E5 hingga E10.

“Nah inilah yang menjadi tantangan kita ke depan. Karena selain biodiesel pemerintah juga sedang mendorong pengembangan etanol base untuk bensin. Di mana E5 atau E10 tentu membutuhkan 2-3 juta etanol,” jelas Airlangga.

“Dan ini akan baik kalau kita bisa produksi melalui food estate. Nah beberapa intensifikasi yang didorong tentunya mulai dari pupuk irigasi, penyuluh, dan bibit itu menjadi kunci,” tambahnya.

 Bos Danantara Sebut Indonesia Akan Beli 50 Pesawat Boeing Dan Impor Energi US$15 Miliar Dollar dari AS

By On Februari 21, 2026

sekilasdunia.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat membuka sejumlah peluang investasi dan transaksi strategis. Termasuk rencana pembelian 50 pesawat Boeing serta peningkatan impor energi hingga 15 miliar dollar AS per tahun. 

“Dari kesepakatan Agreement Reciprocal Tariff ini ada beberapa kegiatan yang memang menyangkut di Kementerian Investasi maupun di Danantara, di antaranya ada pembicaraan lanjutan terkait pembelian 50 pesawat oleh Boeing yang nantinya akan kita lanjutkan dengan pihak Boeing,” ujar Rosan dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026).

Rosan mengatakan, kesepakatan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor perdagangan, tetapi juga memperluas kerja sama investasi lintas sektor, termasuk penerbangan, energi, dan pengembangan proyek strategis yang akan dikelola melalui Danantara.

Menurut dia, pembicaraan dengan Boeing sebelumnya sudah dimulai, dan pemerintah akan melanjutkan proses tersebut sebagai bagian dari implementasi kerja sama ekonomi bilateral.

Rencana pembelian pesawat ini dinilai penting untuk mendukung ekspansi sektor transportasi udara nasional sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi.

Selain sektor penerbangan, kerja sama juga mencakup peningkatan impor energi dari Amerika Serikat, terutama gas dan minyak mentah, dengan nilai mencapai sekitar 15 miliar dollar AS per tahun. 

“Ada kesempatan untuk melakukan impor gas dan crude oil nilainya sekitar 15 miliar dollar AS per tahunnya,” kata Rosan. Ia menjelaskan, peningkatan impor energi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga keseimbangan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Rosan menyebut kesepakatan ART juga membuka peluang investasi baru yang saat ini masih dalam tahap penjajakan dan masuk dalam pipeline investasi Danantara.

Peluang tersebut katanya mencakup berbagai sektor strategis, terutama minyak dan gas serta sektor industri lainnya. Menurut Rosan, implementasi sejumlah kerja sama tersebut akan melibatkan Danantara sebagai instrumen investasi strategis nasional.

Di mana peran Danantara diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek dan memastikan investasi yang masuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian domestik.

Menurutnya kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade sendiri menjadi tonggak baru hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat, tidak hanya melalui penghapusan tarif terhadap ribuan produk, tetapi juga melalui peningkatan kerja sama investasi, transfer teknologi, dan penguatan rantai pasok global. 

Pemerintah menilai kesepakatan ini akan mendorong masuknya investasi baru, memperkuat sektor strategis nasional, serta menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan transformasi industri Indonesia dalam jangka panjang.

 DPR RI Soroti Kontroversi Penerima LPDP Pamer Anak Jadi WN Inggris

By On Februari 21, 2026

sekilasdunia.com - Viral seorang perempuan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memamerkan anaknya yang resmi menjadi warga negara Inggris dan menuai kontroversi usai menyatakan "cukup saya WNI, anak jangan". Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah memastikan integritas dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan negara, termasuk dalam program LPDP.

Lalu menekankan penerima beasiswa LPDP perlu menunaikan kewajiban kontribusi kepada negara sesuai kesepakatan. Apalagi, kata dia, program LPDP itu bersumber dari uang rakyat.

"Seorang ibu yang menjadikan anaknya warga negara Inggris, itu pada dasarnya adalah hak yang diatur oleh hukum. Jika memang memenuhi ketentuan negara tersebut, maka secara legal tidak ada yang salah," kata Lalu kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).

"Yang menjadi perhatian justru bahwa suaminya adalah penerima beasiswa dari LPDP yang belum memenuhi kewajiban pengabdian. LPDP berada di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan dibiayai oleh dana publik. Artinya, setiap penerima beasiswa terikat kontrak untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia sesuai aturan yang disepakati," lanjutnya.

Politikus PKB itu menekankan penggunaan uang negara terhadap realisasi program LPDP harus dapat dipertanggungjawabkan. Dia lantas meminta pemerintah melakukan evaluasi dalam penegakan kontrak LPDP, termasuk pemenuhan kewajiban pengabdian kepada negara.

"Karena itu, pemerintah perlu menjadikan polemik ini sebagai bahan evaluasi. Sistem pengawasan dan penegakan kontrak LPDP harus berjalan tegas dan adil," kata dia.

Lalu menegaskan seluruh penerima beasiswa LPDP harus dipastikan diperlakukan secara adil. Di sisi lain, dia meminta pemerintah memastikan pengelolaan dana pendidikan dapat dipertanggungjawabkan sesuai tujuan negara.

"Publik perlu diyakinkan bahwa setiap penerima beasiswa negara diperlakukan sama, dan ada konsekuensi jelas jika melanggar komitmen," ujar Lalu.

"Jadi menurut saya, fokusnya bukan pada sentimen nasionalisme atau pilihan kewarganegaraan anak, melainkan pada integritas dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan negara. Itu yang jauh lebih penting untuk dijaga," sambungnya.

Video viral itu diunggah oleh seorang perempuan pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas. Dalam video itu, ia memperlihatkan tengah membuka sebuah paket yang sudah dinantikannya. Isinya selembar surat dari Home Office Inggris.

Surat itu menyatakan anak kedua sang pemilik akun, resmi menjadi warga negara Inggris. Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anaku, kita buka ya," ujarnya.

"Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris," lanjutnya.

Ia lantas menyebut anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing.

"I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.

LPDP menyayangkan atas polemik tersebut. Wanita inisial DS itu dinilai tidak mencerminkan nilai integritas.

"LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa," tulisnya.

Sementara, suaminya yang juga merupakan awardee LPDP diduga belum menyelesaikan kontribusinya. Mereka diketahui menetap di Inggris.

"Sesuai ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa pengabdian berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi + 1 tahun," ujarnya.

"Dalam kasus Saudari DS yang menempuh studi selama dua tahun, kewajiban kontribusi tersebut adalah lima tahun," tambahnya.

LPDP memastikan DS sudah tidak berkaitan dengan pihaknya karena sudah menyelesaikan studinya pada Agustus 2017.

"Saudari DS telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Dengan demikian, LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan," ujarnya.

"Meskipun demikian, LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan Saudari DS untuk mengimbau agar yang bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahamkan kembali penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi kepada negeri," tambahnya.

 Usai Pertemuan Board of Peace Trump Di AS, Hamas Sebut Israel Agar Hentikan Agres

By On Februari 21, 2026

sekilasdunia.com - Gerakan Islam Palestina Hamas menegaskan pembahasan mengenai masa depan Jalur Gaza hanya dapat dimulai jika Israel menghentikan sepenuhnya apa yang disebut sebagai "agresi". Hamas juga menuntut pencabutan blokade terhadap wilayah tersebut sebagai syarat utama dimulainya proses politik.

"Setiap proses politik atau kesepakatan apa pun terkait Jalur Gaza dan masa depan rakyat Palestina kami harus dimulai dengan penghentian total agresi, pencabutan blokade, serta jaminan atas hak-hak nasional sah rakyat kami, terutama hak atas kebebasan dan penentuan nasib sendiri," demikian pernyataan resmi Hamas yang dirilis Kamis, seperti dikutip AFP.

Pernyataan itu disampaikan setelah Board of Peace (BoP/Dewan Perdamaian) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar pertemuan perdananya di Washington. Dalam forum tersebut, sejumlah negara menyatakan komitmen untuk mendukung rekonstruksi Gaza, lebih dari empat bulan setelah tercapainya gencatan senjata yang rapuh antara Hamas dan Israel.

Meski demikian, pemerintah Israel menegaskan bahwa pembangunan kembali Gaza tidak dapat dilakukan sebelum Hamas melucuti senjata. PM Benjamin Netanyahu menyatakan rekonstruksi harus disertai dengan demiliterisasi wilayah tersebut.

"Kami sepakat dengan sekutu kami, Amerika Serikat, bahwa tidak akan ada rekonstruksi Gaza sebelum Gaza didemiliterisasi," kata Netanyahu yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Gideon Saar.

Dalam kesempatan yang sama, Trump mengatakan beberapa negara, terutama dari kawasan Teluk, telah menjanjikan dana lebih dari US$7 miliar (sekitar Rp118 triliun) untuk rekonstruksi Gaza. Selain dukungan pendanaan, rencana tersebut juga mencakup pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional. 

Trump juga menyatakan lima negara telah berkomitmen menyediakan personel militer, termasuk Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Kepala unit AS, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, menyebut Indonesia akan mengambil peran sebagai wakil komandan pasukan tersebut.

Rencana besar AS untuk Gaza ini sebelumnya telah mendapatkan dukungan Dewan Keamanan PBB pada November lalu. Meskipun implementasinya masih menghadapi perbedaan tajam pandangan antara para pihak yang bertikai.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *