
sekilasdunia.com - Program cek kesehatan gratis untuk masyarakat yang sedang berulang tahun akan berlaku mulai hari ini, Senin (10/2/2025). Ini merupakan salah satu program Quick Win Presiden Prabowo Subianto yang menyasar 280 juta masyarakat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan cek kesehatan secara rutin penting untuk masyarakat agar bisa mendeteksi dini kondisi kesehatannya.
"Penting bagi masyarakat untuk menjaga agar tetap sehat jangan mengobati saat sakit. Jauh lebih murah, jauh lebih baik, melakukan Cek Kesehatan rutin, untuk mengetahui sejak awal bila kesehatan kita mulai menurun, dan segera memperbaikinya," kata Budi Gunadi lewat keterangannya, Senin (10/2/2025).
Budi Gunadi menyebut, kick off program tersebut serentak berlaku di seluruh wilayah di Indonesia.
Program ini ditargetkan menyasar 26 juta anak ikut program stunting, imunisasi untuk 79 juta orang, 82 juta anak makan bergizi gratis, dan 189 juta orang ikut program vaksinasi covid 19.
Kemenkes mencatat terdapat 21,5 persen bayi hingga anak pra sekolah yang mengalami stunting dan anak sekolah dan remaja sebanyak 15,6 persen mengalami anemia. Sementara itu, untuk kelompok dewasa dan lansia mengalami; obesitas 23,4 persen, hipertensi 30,8 persen dan diabetes 24,3 persen.
Program ini serentak berlaku di seluruh Indonesia. Pemeriksaan kesehatan gratis mengikuti Siklus Hidup: Bayi baru lahir (2 hari), balita dan anak usia pra sekolah (1-6 tahun), usia sekolah dan remaja (7-17 tahun), dewasa (18-59 tahun), dan lansia (>60 tahun) dengan memanfaatkan 3 momentum:
• PKG Ulang Tahun (Mulai Februari 2025 dengan kategori usia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas, ulang tahun + berusia satu bulan, bisa mendatangi klinik.
• PKG Sekolah (Bulan Juli 2025) dengan kategori usia usia 7-17 tahun, Tahun ajaran baru, dilakukan di sekolah.
• PKG Khusus dengan kategori ibu hamil dan balita, sesuai jadwal pemeriksaan dilakukan di puskesmas dan posyandu.
Untuk masyarakat yang berulang di bulan Januari-Maret 2025 dikecualikan dari ketentuan tersebut dan dapat berkunjung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau FKTP hingga 30 April 2025.
Pelaksaan pemeriksaan PKG Ulang Tahun dibagi sesuai siklus hidup dan dilaksanakan di Puskesmas dan Klinik Swasta (Fasilitas Pelayanan Tingkat Pertama/FKTP). Berikut jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan:
• Bayi baru lahir, jenis pemeriksaannya: Kekurangan hormon tiroid bawaan, Kekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD), Kekurangan hormon adrenal bawaan, Penyakit Jantung Bawaan Kritis, Kelainan Saluran Empedu dan Pertumbuhan (Berat Badan, Tinggi Badan).
• Balita dan Anak Prasekolah, jenis pemeriksaannya: Pertumbuhan, Perkembangan, Tuberkulosis, Telinga, Mata, Gigi, Talasemia (Pemeriksaan darah pada usia 2 tahun saja) dan Gula Darah (Pemeriksaan darah pada usia 2 tahun saja).
• Dewasa dan Lansia, jenis pemeriksaannya: Merokok, Tingkat Aktivitas Fisik, Status Gizi, Gigi, Tekanan Darah, Gula Darah, Risiko Stroke, Risiko Jantung (≥40 thn), Fungsi Ginjal (≥ 40 thn), Tuberkulosis, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Kanker Payudara (≥ 30 thn), Kanker Leher Rahim (≥ 30 thn), PKG Ulang Tahun dibagi sesuai siklus hidup dan dilaksanakan di Puskesmas dan Klinik Swasta (Fasilitas Pelayanan Tingkat Pertama/FKTP), Kanker Paru (≥ 45 thn), Kanker Usus Besar (≥ 50 thn), Mata, Telinga, Jiwa, Hati (Hep B, C, Sirosis), Calon Pengantin (Anemia, Sifilis, HIV) dan Geriatri (≥ 60 thn).
Sementara itu untuk PKG pada Anak Usia Sekolah dan Remaja dan dilaksanakan di Sekolah saat Tahun Ajaran Baru Juli 2025. Berikut ketentuan jenis pemeriksaan yang dilakukan:
• SD (7 - 12 tahun), jenis pemeriksaan: Status Gizi, Merokok (Kelas 5-6), Tingkat Aktivitas Fisik (Kelas 4-6), Tekanan Darah, Gula Darah, Tuberkulosis, Telinga, Mata, Gigi, Jiwa dan Hati (Hepatitis B).
• SMP (13-15 Tahun), jenis pemeriksaan: Status Gizi, Merokok, Tingkat Aktivitas Fisik, Tekanan Darah, Gula Darah, Tuberkulosis, Talasemia** (kelas 7), Anemia Remaja Putri (kelas 7), SMA (16 - 17 tahun), Telinga, Mata, Gigi, Jiwa dan Hati (Hepatitis B dan C)*.
• SMA (16 - 17 tahun), jenis pemeriksaan: Status Gizi, Merokok, Tingkat Aktivitas Fisik, Tekanan Darah, Gula Darah, Tuberkulosis, Anemia Remaja Putri (kelas 10), Telinga, Mata, Gigi, Jiwa dan Hati (Hepatitis B dan C)*.
1. Unduh dan daftar SATUSEHAT Mobil
2. Dapatkan notifikasi via WA dan SATUSEHAT Mobile
3. Isi Kuesioner Skrining Mandiri
4. Datang ke puskesmas/klinik membawa kartu identitas, kode tiket, hasil skrining mandiri
5. Manfaatkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
6. Cek Raport Kesehatan di SATUSEHAT Mobile
Masyarakat yang belum mendaftar/tidak mendapat notifikasi dapat berkunjung langsung ke FKTP sesuai periode ulang tahun. Wilayah yang tidak ada jaringan internet akan menggunakan form manual.
Nantinya setelah masyarakat melakukan cek kesehatan akan mendapat laporan lengkap pada aplikasi SATUSEHAT Mobil.
« Prev Post
Next Post »